Soal-Soal Latihan Pretest UKG/PKG Guru SD Tahun 2017 Plus Dengan Pembahasan

Ujian Kopetensi Guru (UKG) yang akan dilankasakan tinggal bebrapa bulan, atau mungkin tinggal bebarapa minggu, untuk mempersiapkan ujian tersebut admin akan membagikan   Soal-Soal Latihan Pretest UKG/PKG Guru SD Tahun 2017 Plus Dengan Pembahasan  sebagai bahan persiapan untuk Bapak/Ibu Guru yang akan mengikuti pretest UKG tahun 2017.
Sebagaimana yang telah disampaikan pemerintah bahwasanya pretes UKG 2017 akan diikuti oleh Guru yang melaksanakan verval satminkal dan Mapel di SIMPKB hingga permanen dan disetujui admin dinas dan berstatus wajib pre-tes.

Soal-Soal Latihan Pretest UKG/PKG Guru SD Tahun 2017 Plus Dengan Pembahasan

Sebelum mengunduh soal - soal latihan pretes, silahkan diunduh terlebih dahulu modul pretes UKG 2017 berikut.
Berikut soal - soal latihan pretes UKG 2017 beserta dengan pembahasannya. Latihan Soal Pre Test UKG 2017
Untuk Guru Kelas SD
[ Kelas Tinggi ]
Sesuai Kisi-kisi terbaru



Petunjuk Latihan Soal
a) Anda akan beralih ke laman dowload soal versi offline , kalau anda bisa menyelesaikan no 11-20 soal latihan UKG 2017 ini dengan mendapat paling sedikit 7 poin;
b) Perlu diketahui Bahwa Kemdikbud telah menyiapkan sebanyak 200 paket soal , dengan jumlah soal sebanyak 60-100 soal ;
c) Klik tombol bulat didepan balasan yang anda anggap benar;
d) Untuk melihat pembahasannya , silahkan anda klik tombol pembahasan soal;
e) Klik disini untuk mendownload kisi-kisi resmi UKG 2017 guru SD untuk kelas tinggi



*** selamat mengerjakan***


11. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]

Pendekatan menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak , berbicara , membaca , dan menulis) dalam pembelajaran yaitu salah satu Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis yang disebut ....


pendekatan komunikatif

Pendekatan integratif

Pendekatan keterampilan proses

Pendekatan tematis

Jawaban b.


Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis : 1) Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran.

2) Pendekatan integratif menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak , berbicara , membaca , dan menulis) dalam pembelajaran.

3) Pendekatan keterampilan proses memfokuskan keterampilan siswa dalam mengamati , mengklasifikasi , menginterpretasi , dan mengkomunikasikan.

4) Pendekatan tematis menekankan tema pembelajaran sebagai payung/pemandu dalam pembelajaran

12. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]

Di bawah ini yang bukan merupakan Teknik menulis kisah terdiri atas hal-hal sebagai berikut ....


menjawab pertanyaan

membuat kalimat

subtitusi

Persuasi

Jabawan d.


Teknik menyusun kisah dapat dilakukan dengan:

menjawab pertanyaan , melengkapi kalimat memperbaiki susunan kalimat , memperluas kalimat , subtitusi , transfomtasi dan membuat kalimat.

* Persuasi yaitu bujukan halus.

13. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]
Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi hal-hal berikut , kecuali ....


Menceritakan gambar

Melanjutkan cerita

Menceritakan pengalaman

Mendeskripsikan cerita

Jawaban : d.


Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar , melanjutkan ceria lain , menceitakan mimpi , menceritakan pengalaman , dan menceritakan cita-cita

14. [KD 1.2.2 Merancang banyak sekali kegiatan menulis di kelas tinggi]

Berikut yaitu kegiatan menulis lanjutan di kelas tinggi , kecuali ....


menulis wacana banyak sekali topik

menulis pengumuman

menulis pantun

menulis memo

Jawaban : d.


5. [KD 1.2.3 Perencanaan dan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia]

karakteristik perencanaan pengajaran yang baik hendaknya mengandung prinsip sebagai berikut ....


Memiliki sikap objektif rasio (tepat dan masuk akal) , komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan tersusun rapi).

Merupakan suatu wahana atau wadah untuk membuatkan segala potensi yang ada dan dimiliki oleh anak didik.

Mengendalikan kekuatan sendiri , bukan didasarkan atas kekuatan orang lain.

Melakukan studi kasus yang berkesinambungan.

Jawabannya a.

Menurut Akhlan dan Rahman (1997:7) , karakteristik perencanaan pengajaran yang baik hendaknya mengandung prinsip sebagai berikut:

a. Mengembangkan kekerabatan interaksi yang baik di antara sesama insan , dalam hal ini siswa dan guru serta personal terkait.

b. Merupakan suatu wahana atau wadah untuk membuatkan segala potensi yang ada dan dimiliki oleh anak didik.

c. Memiliki sikap objektif rasio (tepat dan masuk akal) , komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan tersusun rapi).

d. Mengendalikan kekuatan sendiri , bukan didasarkan atas kekuatan orang lain , Didukung oleh fakta dan data yang menunjang pencapaian tujuan yang telah di dirumuskan.

e. Fleksibel dan dinamis , artinya mudah diubahsuaikan dengan keadaan serta perkembangan ke arah yang lebih baik dan maju.

6. [KD 1.2.3 Perencanaan dan Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia]


tahap mengumpulkan isu wacana keadaan objek evaluasi (siswa) dengan menggunakan teknik tes atau nontes disebut tahapan ....


Tahap Tindak Lanjut

Tahap Persiapan

Tahap Pelaksanaan

Tahap Pengolahan Hasil

Jawaban : c.

Berikut ini penjelasan singkat wacana keempat tahap evaluasi pembelajaran tersebut.

(1) Tahap Persiapan
Menurut Damaianti (2007: 8) tahap ini disebut juga tahap perencanaan dan perumusan kriterium. Langkahnya meliputi:
(a) perumusan tujuan evaluasi;
(b) penetapan aspek-aspek yang akan dievaluasi;
(c) menetapkan metode dan bentuk evaluasi (tes/nontes);
(d) merencanakan waktu evaluasi;
(e) melaksanakan uji coba (untuk tes) biar dapat mengukur validitas dan reliabilitasnya.

Untuk evaluasi yang menggunakan tes , hasil dari tahap ini yaitu kisi-kisi soal dan seperangkat alat tes: soal , lembar balasan (untuk tes tulis) , kunci balasan , dan pedoman penilaian.

2) Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan atau disebut juga dengan tahap pengukuran dan pengumpulan data yaitu tahap untuk mengumpulkan isu wacana keadaan objek evaluasi (siswa) dengan menggunakan teknik tes atau nontes. Bila menggunakan teknik tes , soal yang igunakan sebaiknya sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Tes yang digunakan dapat berbentuk tes tulis , ekspresi , atau praktik.

3) Tahap Pengolahan Hasil
Tahap pengolahan hasil yaitu tahap pemeriksaan hasil evaluasi dengan menunjukkan skor. Skor yang diperoleh siswa selanjutnya diubah menjadi nilai. Pada tes tulis pemeriksaan hasil dilakukan setelah tes final , sedangkan pada tes ekspresi dan praktik , bantuan nilai dilakukan bersamaan dengan waktu pelasanaan tes tersebut.

4) Tahap Tindak Lanjut
Tahap tindak lanjut atau disebut juga tahap penafsiran yaitu tahap untuk mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dihasilkan pada tahap pengolahan hasil , misalnya:
a. memperbaiki proses berguru mengajar
b. memperbaiki kesulitan berguru siswa
c. memperbaiki alat evaluasi
d. membuat laporan evaluasi (rapor).

7. [KD 1.3.1 Merumuskan hakikat (pengertian ,tujuan ,jenis ,manfaat) membaca]

membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran , perasaan , dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya , membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi , bila maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan , maka tergolong kedalam membaca jenis ....


Membaca cerdas atau membaca dalam hati

Membaca bahasa

Membaca teknis

Membaca bebas

Jawaban : a.

Menurut Soedjono dalam Sue (2004:18-21) ada lima macam membaca , yaitu:

membaca bahasa , membaca cerdas atau membaca dalam hati , membaca teknis , membaca emosional , dan membaca bebas.

1) Membaca bahasa
Membaca bahasa yaitu membaca yang mengutamakan bahasa bacaan. Membaca bahasa mementingkan segi bahasa bacaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca bahasa yaitu kesesuian pikir dengan bahasa , perbendaharaan bahasa yang meliputi kosa kata , struktur kalimat , dan ejaan.

2) Membaca cerdas atau membaca dalam hati
Membaca cerdas yaitu membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran , perasaan , dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya , membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi , bial maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan , maka disebut membaca belajar.

3) Membaca teknis
Membaca teknis yaitu membaca dengan mengarahkan bacaan secara wajar. Wajar maksudnya sesuai ucapan , tekanan , dan intonasinya. Pikiran , perasaan , dan kemauan yang tersimpan dalam bacaan dapat diaktualisasikan dengan baik.

4) Membaca emosional
Membaca emosional yaitu membaca sebagai sarana untuk memasuki perasaan , yaitu keindahan isi , dan keindahan bahasanya.

5) Membaca bebas
Membaca bebas yaitu membaca sesuatu atas kehendak sendiri tanpa adanya unsur paksaan dari luar. Unsur dari luar misalnya guru , orang bau tanah , sahabat , atau pihak-pihak lain.

18. [KD 1.3.1 Merumuskan hakikat (pengertian ,tujuan ,jenis ,manfaat) membaca]

1. menggunakan ucapan yang sempurna ,
2. menggunakan frase yang sempurna ,
3. menggunakan intonasi bunyi yang wajar ,
4. dalam posisi sikap yang baik ,
5. menguasai tanda-tanda baca ,
6. membaca dengan terang dan terang ,

keterampilan di atas , harus dipunyai dalam jenis membaca ....


Membaca cerdas atau membaca dalam hati

Membaca bahasa

Membaca teknis

Membaca nyaring

balasan : d.

JENIS-JENIS MEMBACA DAN KARAKTERISTIKNYA :

Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya bunyi pembaca waktu melaksanakan kegiatan membaca , maka proses membaca dapat dibedakan menjadi :

A. Membaca Nyaring
Membaca nyaring yaitu kegiatan membaca dengan menyuarakan goresan pena yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang sempurna biar pendengar dan pembaca dapat menangkap isu yang disampaikan oleh penulis , baik yang berupa pikiran , perasaan , sikap , ataupun pengalaman penulis. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring yaitu banyak sekali kemampuan , diantaranya yaitu :
1. menggunakan ucapan yang sempurna ,
2. menggunakan frase yang sempurna ,
3. menggunakan intonasi bunyi yang wajar ,
4. dalam posisi sikap yang baik ,
5. menguasai tanda-tanda baca ,
6. membaca dengan terang dan terang ,
7. membaca dengan penuh perasaan , ekspresif ,
8. membaca dengan tidak terbata-bata ,
9. mengerti serta memahami materi bacaan yang dibacanya ,
10. kecepatan bergantung pada materi bacaan yang dibacanya ,
11. membaca dengan tanpa terus-menerus melihat materi bacaan ,
12. membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.

B. Membaca Dalam Hati
Membaca dalam hati yaitu kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
1. membaca tanpa bersuara , tanpa bibir bergerak , tanpa ada desis apapun ,
2. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala ,
3. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring ,
4. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk ,
5. mengerti dan memahami materi bacaan ,
6. dituntut kecepatan mata dalam membaca ,
7. membaca dengan pemahaman yang baik ,

19. [KD 1.3.5 membandingkan banyak sekali jenis wacana bahasa indonesia (deskripsi narasi)]

Pendekatan untuk mendapat tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca yaitu referensi Pendekatan Deskripsi jenis ....


Pendekatan Ekspositoris.

Pendekatan Impresionistik

Pendekatan menurut sikap pengarang

Pendekatan Realistik

jawabannya : b.

PENDEKATAN DESKRIPSI
Pendekatan dalam pendeskripsian dapat dibedakan menjadi beberapa kategori pendekatan yaitu:

1. Pendekatan Ekspositoris
Dalam pendekatan ini kita berusaha biar deskripsi yang kita buat dapat memberi keterangan sesuai dengan keadan yang bahwasanya , sehingga pembaca dapat seperti ikut melihat atau mencicipi objek yang kita deskripsikan. Karangan jenis ini berisi daftar , detail sesuatu secara lengkap sehingga pembaca dan penalarannya dapat memperoleh kesan keseluruhan wacana sesuatu.

2. Pendekatan Impresionistik
Tujuan deskripsi impresionistik ialah untuk menerima tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca. Corak deskripsi ini diantaranya juga ditentukan oleh macam kesan apa yang diinginkan penulisnya.

3. Pendekatan menurut Sikap Pengarang
Pendekatan ini sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai , sifat objek , serta pembaca deskripsinya. Dalam menguraikan sebuah gagasan penulis mungkin mengharapkan biar pembaca merasa tidak puas terhadapa suatu tindakan atau keadaan , atau penulis menginginkan biar pembaca juga harus mencicipi bahwa duduk perkara yang dihadapi merupakan masalah yang gawat. Penulis juga dapat membayangkan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan , sehingga pembaca dari semula sudah disiapkan perasaan yang kurang enak , angker , takut , dan sebagainya (Alkhaidah , 1997).

20. [Kd 3.1.1 Merancang kegiatan pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika]
Perhatikan referensi berikut. penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan. Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Teorema Pembelajaran Matematika ....

Penyusunan

Notasi

Pengkontrasan dan Keanekaragaman

Pengaitan

Jawaban: a.

Berdasarkan hasil pengamatannya , Brunner merumuskan 5 teorema dalam pembelajaran matematika , yaitu :

1) Teorema Penyusunan
Menerangkan bahwa cara yang terbaik memulai berguru suatu konsep matematika , dalil , defenisi , dan semacamnya yaitu dengan cara menyusun penyajiannya. Misalnya dalam mempelajari penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan.

2) Teorema Notasi
Menerangkan bahwa dalam pengajaran suatu konsep , penggunaan notasi-notasi matematika harus diberikan secara bertahap , dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.

3) Teorema Pengkontrasan dan Keanekaragaman
Menerangkan bahwa pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melaksanakan pengubahan konsep matematika dari yang konkrit ke yang lebih abstrak. Dalam hal ini dibutuhkan banyak contoh. Contoh yang diberikan harus sesuai dengan rumusan yang diberikan. Misalnya menjelaskan persegi panjang , disertai juga kemungkinan jajaran genjang dan segi empat lainnya selain persegi panjnag. Dengan demikian siswa dapat membedakan apakah segi empat yang diberikan padanya termasuk persegi panjang atau tidak.

4) Teorema Pengaitan
Menerangkan bahwa dalam matematika terdapat kekerabatan yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Di mana materi yang satu merupakan prasyarat yang harus diketahui untuk mempelajari materi yang lain.
Untuk soal - soal latihan pretes UKG lainnya silahkan diunduh pada link dibawah ini. 


Demikianlah postingan kali ini, semoga dapat bermanfaat.
Sumber : gurugaleri.com


Soal-Soal Latihan Pretest UKG/PKG Guru SD Tahun 2017 Plus Dengan Pembahasan


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal-Soal Latihan Pretest UKG/PKG Guru SD Tahun 2017 Plus Dengan Pembahasan"

Posting Komentar